Senin, 09 Januari 2017

UKM Indonesia VS Perusahaan skala nasional



UKM Indonesia VS Perusahaan skala nasional/ Multinasional


Dalam masyarakat modern dewasa ini, peranan kemasan hampir-hampir dikategorikan wajib dimiliki oleh tiap-tiap pengusaha dan seolah-olah hampir semua produk tidak dapat bertahan tanpa adanya kemasan. Perlahan tapi pasti, Usaha kecil menengah (UKM) mulai berhadap-hadapan dengan pabrikan sekala nasional bahkan multinasional. contoh riilnya sudah banyak kita lihat mis :
Produk skala nasional Qtela mengeluarkan produk-produk yang selama ini menjadi lahan UKM. sebut saja keripik tempe, keripik singkong, keripik telo ungu, dll.
Hal ini diperberat dengan diberlakukan MEA 2015. So.. persaingan yang sudah-sudah hanya antar UKM, kini paradigma kita harus di refress… UKM adalah sparing partner kita, jelas yang akan kita hadapi adalah perusahaan nasional atau multi nasional baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Tidak henti-hentinya kami (Indonesia Packaging House/ AA Packaging House) memberikan saran bagi UKM di seluruh Nusantara untuk bergegas membenahi kemasan yang dimilikinya, baik dari segi material kemasan, bentuk kemasan, maupun desain grafis dari kemasan produk UKM.
produk UKM Indonesia khususnya sektor makanan memiliki beberapa kelemahan dalam aspek berikut:
Lemahnya pengetahuan mengenai jenis material yang cocok untuk produk mereka. mis : untuk kemasan frozen food, tidak bisa kita menggunakan sembarang plastik, yang jelas ada jenis-jenis khusus untuk frozen. singkatnya bisa kami ceritakan pengalaman riil UKM yang bergerak di pembuatan Baso, Nugget, dll. sebelumnya mereka memesan plastik vaccuum ke tempat kita, singkat cerita produknya semakin laris manis dipasaran. karena ingin memperoleh hasil yang lebih banyak lagi maka “UKM frozen” tersebut mencari cara bagaimana agar bisa menghemat baik disisi produksi maupun pengemasannya. singkat cerita produksi bisa ditekan, sedangkan untuk kemasan, mereka mencoba mencari plastik pengganti berupa plastik-plastik yang kebanyakan dijual dipasaran. si “UKM Frozen” tersebut tahu bahwa plastik yang dibelinya akan “masuk angin” jika di vaccuum, namun jika langsung di freezer kan lumayan tidak kelihatan (katanya).
singkat cerita, hari berganti dan bulanpun berkejaran (jiee…. kayak pujangga saja). ternyata ketika di freezer dalan waktu cukup lama si plastik pengemas nugget tersebut tidak hanya “masuk angin” namun juga pecah-pecah, sehingga tampilannya kurang cakep dan menurunkan nilai jual.
hal-hal seperti inilah yang perlu kita pelajari bersama, bahwa tiap-tiap jenis plastik memiliki fungsi dan peran masing-masing, dan fungsi dan peran ini akan kita bahas lain waktu.
selanjutnya masih ada kelemahan-kelemahan UKM lainnya selain diatas (yang berkaitan dengan kemasan)
*. Desain bentuk kemasan
*. Desain Grafis
*. pemilihan kata-kata
*. dll
yang akan kita bahas dalam waktu dekat ini
semoga hari anda menyenangkan
dan
Salam Kemasan UKM Cerdas


Sumber : kemasan.net 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar