Senin, 09 Januari 2017

UKM Indonesia VS Perusahaan skala nasional (part III)



UKM Indonesia VS Perusahaan skala nasional/ Multinasional (part III)

Desain Grafis

Satu hal yang umumnya dapat dipastikan mengenai kemasan UKM adalah : Desain Grafis UKM umumnya sangat sederhana dan kurang menarik. bahkan beberapa UKM masih saja memberikan label pada kemasan produknya berupa label hasil FOTO COPY an. karena dinilai murah dan meriah, padahal jika kita tahu lebih banyak tentang kesehatan, tinta yang menempel di kertas, jika bermigrasi ke produk makanan, maka tinta tersebut akan menjadi pemicu kanker.
kembali lagi ke desain grafis, karena keterbatasan kemampuan mendesain dan keterbatasan finansial (membayar desainer) menyebabkan UKM pada umumnya membuat label asal-asalan, padahal dewasa ini label adalah salah satu komponen dalam memasarkan suatu produk. Label yang cantik dan menarik akan lebih disukai oleh pembeli. ditambah lagi penyampaian-penyampaian informasi yang akurat dan lengkap mengenai produk pada LABEL akan menambah keyakinan pembeli untuk mengkonsumsi produk dengan membelinya.
Dengan keterbatasan-keterbatasan ini, kami AA Packaging House Indonesia, ingin berpartisipasi untuk meningkatkan mutu kemasan UKM Indonesia dengan cara menyediakan tenaga untuk memberikan desain grafis untuk labelling secara GRATIS khusus untuk UKM Indonesia yang ingin mencetak stikernya di tempat kami. semoga dengan adanya perubahan-perubahan dan salah satunya adalah desain grafis yang cantik dan menarik, membuat calon pembeli semakin meningkat dan disertai juga dengan peningkatan pembelian dan pada akhirnya tercapai kesejahteraan UKM Indonesia.
Ayoo….
Dukung UKM Indonesia menghadapi MEA 2015
dengan membeli produk UKM
dan STOPP membeli produk IMPORT
Salam hormat kami,
AA PH Indonesia
Grow for Serve

Sumber : kemasan.net 

UKM Indonesia VS Perusahaan skala nasional (part II)



UKM Indonesia VS Perusahaan skala nasional/ Multinasional (part II)

Desain Bentuk kemasan
Jika kita shopping di Mall, Coba sejenak kita perhatikan rak-rak yang berisi makanan dan snack. tentunya beragam warna, corak dan bentuk kemasan. Dan ke-semua-nya seolah berteriak.. “ambil aku… ambil aku”. menarik sekali produk-produk yang ditampilkan, sehingga tanpa seorang pramu-niaga-pun seolah-olah ada magnet yang menggerakkan otak kita diteruskan ke kaki dan di eksekusi oleh tangan kita.
Sebagai perusahaan yang berskala Nasional/ Multinasional, mereka memiliki team sendiri untuk tiap-tiap bagiannya, ada team produksi, team keuangan, team marketing, bahkan ada pula team khusus untuk kemasan. sehingga, wajar-wajar saja jika produk dan kemasan mereka serasi dan memiliki daya tarik bagi konsumen. dilain pihak UKM, umumnya memiliki segudang permasalahan, sehingga jangankan membuat team khusus untuk tiap-tiap bagian, bahkan banyak pula pemilik merangkap pimpinan perusahaan, merangkap bagian pembelian, bagian produksi, bagian pengemasan, bagian pemasaran, bagian keuangan dan sekaligus menjadi debt collector bagi usahanya sendiri. complicated bukan ????, yah… itulah romantika UKM Indonesia
kembali ke desain bentuk kemasan, umumnya… UKM lebih suka meniru produk-produk UKM lainnya yang laku keras dipasar. prilaku ini sudah mendarah daging di kalangan UKM, sehingga daya tarik jualannya hanya sebatas peniru, bukan leader. tapi hal itu tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah “apakah cocok desain bentuk kemasan tersebut” untuk produk yang hendak dikemas ????. itu menjadi pertanyaan yang kritikal.
untuk saat ini, desain bentuk kemasan yang lagi in dan diminati adalah “Stand Up Pouch dengan zipperlock”. selain tampilannya ciamik soro…, harganya juga murah meriah.
jika produk yang dikemas sesuai dengan bentuk/ model kemasan, serta sesuai juga dengan kriteria jenis kemasan, maka hal tersebut menjadi keuntungan yang maksimal bagi UKM Indonesia dalam memasarkan produknya, namun jika tidak, maka akan merugikan dalam jangka panjang. untuk itu, baiknya UKM Indonesia selalu berkonsultasi dengan ahlinya (dalam hal ini AA Packaging house Indonesia….. heee…. promosi sekaligus percaya diri).
Baiklah….. cukup untuk penjelasan desain bentuk kemasan, akan kita sambung lagi dilain waktu untuk part selanjutnya,
semoga UKM Indonesia jaya
Salam

Sumber : kemasan.net 

UKM Indonesia VS Perusahaan skala nasional



UKM Indonesia VS Perusahaan skala nasional/ Multinasional


Dalam masyarakat modern dewasa ini, peranan kemasan hampir-hampir dikategorikan wajib dimiliki oleh tiap-tiap pengusaha dan seolah-olah hampir semua produk tidak dapat bertahan tanpa adanya kemasan. Perlahan tapi pasti, Usaha kecil menengah (UKM) mulai berhadap-hadapan dengan pabrikan sekala nasional bahkan multinasional. contoh riilnya sudah banyak kita lihat mis :
Produk skala nasional Qtela mengeluarkan produk-produk yang selama ini menjadi lahan UKM. sebut saja keripik tempe, keripik singkong, keripik telo ungu, dll.
Hal ini diperberat dengan diberlakukan MEA 2015. So.. persaingan yang sudah-sudah hanya antar UKM, kini paradigma kita harus di refress… UKM adalah sparing partner kita, jelas yang akan kita hadapi adalah perusahaan nasional atau multi nasional baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Tidak henti-hentinya kami (Indonesia Packaging House/ AA Packaging House) memberikan saran bagi UKM di seluruh Nusantara untuk bergegas membenahi kemasan yang dimilikinya, baik dari segi material kemasan, bentuk kemasan, maupun desain grafis dari kemasan produk UKM.
produk UKM Indonesia khususnya sektor makanan memiliki beberapa kelemahan dalam aspek berikut:
Lemahnya pengetahuan mengenai jenis material yang cocok untuk produk mereka. mis : untuk kemasan frozen food, tidak bisa kita menggunakan sembarang plastik, yang jelas ada jenis-jenis khusus untuk frozen. singkatnya bisa kami ceritakan pengalaman riil UKM yang bergerak di pembuatan Baso, Nugget, dll. sebelumnya mereka memesan plastik vaccuum ke tempat kita, singkat cerita produknya semakin laris manis dipasaran. karena ingin memperoleh hasil yang lebih banyak lagi maka “UKM frozen” tersebut mencari cara bagaimana agar bisa menghemat baik disisi produksi maupun pengemasannya. singkat cerita produksi bisa ditekan, sedangkan untuk kemasan, mereka mencoba mencari plastik pengganti berupa plastik-plastik yang kebanyakan dijual dipasaran. si “UKM Frozen” tersebut tahu bahwa plastik yang dibelinya akan “masuk angin” jika di vaccuum, namun jika langsung di freezer kan lumayan tidak kelihatan (katanya).
singkat cerita, hari berganti dan bulanpun berkejaran (jiee…. kayak pujangga saja). ternyata ketika di freezer dalan waktu cukup lama si plastik pengemas nugget tersebut tidak hanya “masuk angin” namun juga pecah-pecah, sehingga tampilannya kurang cakep dan menurunkan nilai jual.
hal-hal seperti inilah yang perlu kita pelajari bersama, bahwa tiap-tiap jenis plastik memiliki fungsi dan peran masing-masing, dan fungsi dan peran ini akan kita bahas lain waktu.
selanjutnya masih ada kelemahan-kelemahan UKM lainnya selain diatas (yang berkaitan dengan kemasan)
*. Desain bentuk kemasan
*. Desain Grafis
*. pemilihan kata-kata
*. dll
yang akan kita bahas dalam waktu dekat ini
semoga hari anda menyenangkan
dan
Salam Kemasan UKM Cerdas


Sumber : kemasan.net